Minggu, 27 Desember 2015

Questions

Don’t answer me the answer Google can answer! You are just wasting your time

Dont ask me questions Google can answer!
You are just wastig my time!

Jumat, 20 November 2015

A Dummy Title



This is a dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is a dummy text. It is not meant to be read. Period.

This is a dummy test. It is not meant for you to understand and much less to clear it up. No, no need. Accordingly, it is difficult to figure out when will the real one come. But then, this is dummy dilemma . It is not meant to be understood. No one, forever.

Our past is just the blips in our memory. You are my dearest minor exceptional collapsed blip that getting dimmer by the time. You, yea you, is just a blip of the blips. not even.

And my blips are a blip within humans blip. Hmm not even.

Whatever it is called, it’s different now. No, it’s not delusion, it’s real. Nothing is permanent ini this world except changes.

Fail, Learn, fail, learn, fail, learn, fail, learn, learn, learn, learn...

You are your own monster! Monster of monsters! They live inside you and sometimes they win. Don’t they?

No no, don’t blame the destroyed world.
You are destroying yourself. Aren’t you ?

Oh sweetheart, i know life is hard, Objective perspective makes life easier, trust me. (Being numb sounds interesting, You have to try it first, let me know whenever it works, i will join you)

Oh well, it’s 02.00 am here, gotta start it now.

mmmmmhh this is a dummy text. It is not meant to be written. Accordingly, it is difficult to figure out why i started this. But then, this is a dummy text. It is not meant to be written here. Evermore.

Kamis, 19 November 2015

genggam


jemarimu yang lembut terlalu lemah untuk menampung massa intan.

jemarimu melepas intan dari genggaman,
demi segenggam kerikil yang kau kira berlian.

Selasa, 27 Oktober 2015

i want to be a tree

I'm a super glue
I'm a magic words
I'm a beautiful rainbow
I'm a deep ocean
I'm a stampled stamp
I'm a atypical flower
I'm a lucid dream
I'm a simple truth
I'm a kind shark
I'm truthful mirror
I'm an absorbing book
I'm an unchanted wish
I'm an abandoned treasure

But someday,

I want to be a tree, just a little tree

Katakata

Kurasa aku kuwalat.

Aku sangat senang memainkan kata-kata.
Mencari,menyusun rangkai, menyambung atau menceraikannya.
Ya seperti itulah ide baru terus meletup di kepala.


Sekarang aku kena!

Kata-katamu mempermainkan aku.
Ya Aku dipermainkan!

Tak apa aku tak marah, ini mengasyikkan.

Adalah aku

Aku adalah si pelupa yang kok bisa ingat tiap jeda ceritamu

Aku adalah si egois yang kok jadi senang hati mengalah jika itu soal dirimu

Aku adalah si banyak omong yang kok jadi diam saat mendengarkan hikmatmu

Aku adalah pembicara yang kok menjadi pendengar setiamu

Aku adalah si manja yang kok malah bisa menopang tegar-mu

Aku adalah si pemberani yang ditenggelamkan rasa malu

Aku adalah si tak peduli yang memperhatikan tiap tanda baca dalam nasehatmu

Aku adalah guru yang menjadi muridmu

Aku adalah kemarau yang ditunggu air bah

Aku adalah tawa di dalam pikirmu

Aku adalah pikir dalam tawamu

Aku adalah bicara dalam diammu

Aku adalah diam dalam kata-katamu

Aku adalah diri ini dalam diriku yang itu

Jumat, 02 Oktober 2015

saat benci melanda

Aku benci mendengar orang membenci orang lain.

Pun aku tak suka melihat orang tak menyukai orang lain.

Aku benci membenci orang lain.

Pun aku tak suka tak menyukai orang lain.


--------------------------------------------------------------------------
Bencilah pada sesuatu-nya bukan persona nya dan berharaplah agar sesuatu yang kau benci itu tidak menjadi bagian dari dirimu.
---------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 26 September 2015

Sebuah buku di lemari tua


Terlalu lama kita tak bertukar kata dan logika.

Aku mulai lupa sudah di halaman berapa kemarin aku membacamu.

terlalu lama kita tak bertukar kata dan logika.

Aku mulai membacamu terbata bata.
Ya sudah terlalu lama jadi aku lupa.
Akhir ceritamu sudah dapat kuduga.

Aku tak suka menduga duga.
Tapi kali ini berbeda.

Kata dan rangkaian paragraf mu kosong tak bermakna.
Dimataku, kata dan paragrafmu tak lebih dari serangkaian tanda baca.

Romance #12

Janga mencari apa yang memang masih disembunyikan. Jangan hanya menunggu, setiap gerbong akan terus berjalan tak peduli apakah kau ikut atau ditinggalkan.

Berhentilah mencari maka kau akan ditemukan.

A door

Thanks to a door me

Rabu, 29 Juli 2015

Bayangan Belaka


Aku melihat ke dalam sumur.
Rembulan berdansa bersama riak air di dalamnya.

Aku terpesona aduhai indahnya rembulan itu. Aku melompat masuk ke dalam sumur.
Napas tersedak ah aku tenggelam. 

Dimana rembulan tadi ? Tak kutemukan dia didalam sini.

Aku semakin tercekik. Segera aku berusaha naik ke permukaan. Naik aku ke atas.

Ah hampir saja aku mati tenggelam.

Terkejut saat aku melihat ke langit.
Terkejut aku rembulan itu ada diatas sana.

Rembulan itu MeNatap kasihan padaku.
Kasihan pada bodohnya aku tak bisa bedakan mana nyata, mana maya.

Senin, 13 Juli 2015

Duh

Duh ngantuk tapi ga bisa tidur.
Duh pengen tidur ajalah dari semua masalah ini tapi ngga ngantuk.


Duh saya lapar, tapi ngga mau makan
Duh pengen banget makan, tapi ngga lapar.

Duh pengen banget ngomong ini tapi takut kayak bawel gitu.
Duh pengen kayak gadis pendiam gitu, tapi pengen bgt ngomong.

Haha

Senin, 06 Juli 2015

Untitled

Semua penyakit ada obatnya kecuali kematian.
Semua tabiat buruk itu ada penawarnya, kecuali kesombongan.

Kau dan kesombonganmu.
Aku tak tahu apa obatnya bahkan tak tahu harus mulai darimana.
Kurasa ia telah lama bersarang di dadamu tanpa seorangpun memberitahu.

Nurani



Pernah kau coba ingat ingat kapan terakhir kau pakai hatimu ?
Atau coba kau sekali kali ketuk pintunya dan tanya masihkah kau punya perasaan?

Sini sebentar sebelum kau pergi, dengarkan ini.
"Saat kau usir jauh nurani, saat itulah iblis menguasai logika."

Malangnya dirimu

Kau itu pandai menasehati dan mengkritik orang lain. Ku akui kau banyak membantu dan ku hargai ketulusanmu.
Tapi kau sering lupa menasehati atau memandang buruk dirimu sendiri.

Aduhai sayang, hidupmu pincang tak seimbang!

Senin, 29 Juni 2015

Setahun Sudah, Sudah Setahun

Saat tahu saya alih profesi jadi guru, Beberapa teman erkomentar

"Aah pasti murid muridnya seneng diajar sama kamu"

Padahal sebenrnya belum tentu perkiraan mereka sepenuhnya benar.

Tapi yang pasti benar adalah, saya sangat bahagia punya 180 murid seperti mereka.

(Hei ga kerasa udah setahun tidak di advertising dan jadi guru)

Kamis, 25 Juni 2015

Kau semestaku

Kau itu awan, menaungiku
Kau juga adalah pohon, meneduhkan aku
Kau juga mata angin, tunjukkan jalanku
Terkadang juga kau hewan, kau ganas

Lanjutnya apa ya hahaha 
Cape ah laper

Selasa, 23 Juni 2015

Sudah lama

Seingat saya, sudah lama tidak bertemu klien jenis ini.
Lucu rasanya tapi juga jengkel terkadang.

Masa kuarsa dibilang intan, intan dibilang kuarsa.
Masa desain bagus dibilang jelek, desain jelek dibilang bagus.

Apa saya harus mengalah, bilang kuarsa adalah intan dan intan adalah kuarsa?
Panggilan untuk mengedukasi klien tercinta pun muncul.

Dengan metode pendekatan personal sudah kucoba.
Hasilnya nol.

Demi kebahagiaan bersama,
Ah kurasa lebih baik aku mundur saja.

Aku ingin berbincang denganmu dalam waktu yang lama

Tidak, tidak
Aku tak pernah melihat jasadmu.
Aku melihat hatimu.

Bukan, bukan hati yang itu.
Bukan hati yang mengapit empedu di rongga kiri dadamu.

Aku mengagumi ruh mu itu.
Ruh mu itu tidak kasat mata.
Ruh mu itu maya namun ada.
Ruh mu itu sedang mengembara dan pada waktunya akan pulang pada pemiliknya.

Kita sama sama tak punya banyak waktu.
Aku dengan duniaku Kau dengan duniamu. Kurasa baik jika ruh kita berbincang lebih lama selamanya, sebelum salah satu dari jasad kita kembali ke tanah.

Kamis, 18 Juni 2015

26 Ramadhan

besök adalah hari kedua ramadhan ke 26 ku.
harus lebih baik pasti,
karena kita tak baik berada di titik itu itu saja, apalagi selangkah ke belakang.

Minggu, 07 Juni 2015

Sepadan

Jangan cintai aku berlebihan.

Ini bukan pertandingan, 

cintai aku dengan sepadan.

Minggu, 17 Mei 2015

Saya membuat lelucon, semoga lucu

Lucu ya kalo ada nama orang Perience.

Kalo someday dia putus ama pacarnya, si mantan itu dipanggilnya Experience

Jumat, 15 Mei 2015

Saling menyempurnakan

Kesempurnaan di mata manusia itu sia-sia dan tak berkesudahan.

Si itu mau nya ini yang sempurna, si ini juga maunya itu yang sempurna.

Padahal baik ini maupun itu sama sama punya kekurangan dan mereka lupa bahwa mereka adalah satu senyawa yg seharusnya saling mengingatkan dan menyempurnakan.

Memang tidak mudah. Motivasi harus selalu di recharge. Jika Allah adalah tujuannya, maka keikhlasan dan kesabarab harus selalu ditanamkan.

Mengapa ditanamkan ? Karena tak mungkin muncul sendiri dengan percuma. Harus dilatih dan dilatih lagi karena level maksimumnya unlimited, dan tenang saja, saat gagal, kamu tak perlu kecewa, karena hidup itu tak ada istilanh game over seperti permainan di SEGA.


Tuhan melihat progress kita. Jadi game over adalah saat kamu menyerah dengan keadaan dan berhentiemperbaiki diri dan berhenti mengusahakan menghadirkan sabar dan ikhlas.

Jadi, berhentilah saling menuntut kesempurnaan, karena kita ditakdirkan bukan untuk berselisih dan pasrah dalam kekurangan, tapi seharusnya saling menyempurnakan.

Semangatlah untuk selalu bersabar

Rabu, 29 April 2015

Hablum minannas




Tak semua kalian adalah aku.

Kadang aku merasa sama denganmu

Aku adalah kamu
Dan kamu adalah aku

Tapi kadang juga aku bukan kamu.
Dan kamu bukan aku.

Kau suka aku begini,
aku suka kau begitu

Tapi kadang kamu tak suka aku begini.
Aku juga sesekali tak mau kau begitu.

Semua akan indah kau tenang saja,
Selama kita sama sama tau,


kapan harus begini kapan harus begitu.

Jumat, 24 April 2015

A new concern



I'm thinking about a new power. A smaller power but stronger and faster. A power that empowers.

Sabtu, 04 April 2015

#2

Yang saya tangkap, dunia internasional semakin lama semakin seperti memusuhi kita. Liat aja apa yang terjadi di airport soekarno hatta dan BNPT akhir2 ini. Semua terasa janggal dan lebai.Dicurigai, diinterogasi, dibatasi, diskriminasi, dan sisisisi lainnya. Semua karena kita dianggap aneh.

Tenang, kan dulu, seribu empat ratus tahun yang lalu, Baginda Rasulullah saw pernah bicara begini

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan Ia kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu." (HR. Muslim no. 208)

Nah, jadi mgga usah panik. Wong ini udah diprediksi kok sama rasulullah. Mereka hanya belum melihat islam dari perspektif islam. Belum sadar bahwa islam adalah rahmatan lil alamin. Siapa yang akan membuktikan ini? Ya siapa lagi kalau bukan kita sendiri. Jadi, semangat terus perbaiki diri, jadi muslim seutuhnya, jangan cuma di ktp 

Ya ngetik dan ngomongg begini kayak saya emang gampang. Prakterknya yg suzzzzah...semangaat...sabar...insyaAllah tercapai :D

#1

Hari ini, disuruh beli pempek deket rumah. Sambil nunggu pempek digoreng, saya ngobrol sama nenek nenek penjual duku dan manggis. Pakaiannya bisa dibilang kumel. Rambutnya diiket ngasal. Ngga lupa 2 karet gelang adalah asesorisnya hari ini, ya seperti hari hari biasanya. Ditengah cuthatnya tentang biaya sewa lapak yang mahal, dia bilang 500ribu perbulan dan kelapangan hatiny menerima hidupnya yang berat, datang seorang pengemis yang emang biasa lewat di sekitaran pasar minggu. Tergopoh saya keluarin uang 2ribuan buat si pengemis.

Saya kira ini hal biasa yang akan terjadi. Tapi menjadi tidak saat saya lihat ibu penjual manggis itu , yang dari tadi ngobrol ama saya malah ngeluarin uang 5000 rupiah. Yak 5000 rupiah dari dompet lusuh nya, 5000 lebih dari duakali nilai dr yang saya beri.

"Kasian dia" kata si ibu merespon si pengemis pada saya.

Saya hanya bisa diam..
Ya apalagi kalo bukan karena perasaan sedih campur malu. Malu lebih dominan. Mungkin saya bisa menduga bahwa isi dompet saya lebih banyak dr si ibu. Tapi si ibu memiliki belas hati yang jauh lebih besar dari saya.

Saya jadi ingat hadits ini

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”.

Rasanya memang ngga pantas kalau kita berbangga sama hal hal bersifat materi. Di mata Allah si ibu lebih mulia ketimbang saya. Mungkin juga si pengemis tadi.

Berhenti menilai nilai seseorang dari materi karena isi hati adalah nilai yang paling hakiki ...

Sabtu, 07 Maret 2015

Less than Three

Less than three means respect, tolerance, understanding, compromising and.... And....hmmmm and maybe doing something unique ?

Kamis, 05 Maret 2015

Ketika Judulnya Tak Menarik

Kita selalu tertarik membaca kisah kisah, puisi puisi, atau bahkan lelucon lelucon yang menarik.

Dari awal pandangan sekelebat, kita bisa berhenti berjam jam menghabiskan buku dengan judul yang menarik

Tapi percayalah, menjadi menarik hanya dari "pandangan sekelabat mata" itu bukan berarti seutuhnya menarik.

Ketertarikan akan lebih bernilai jika iya berangkat dari esensi.

Itulah mengapa, kubuat judul tulisan ini tak menarik.

Duh terpaksa bahas politik

Pernah inget gak, jaman kita SmP atau SMA, di rapat osis, kalo salah satu peserta rapat berbicara dengan nada tinggi, emosi, nunjuk2, pilihan kata kasar, pasti suasana se kondusif apapun akan rusak kan.

Ya saya sengaja pilih contoh osis karena itu mungkin masa masa pubertas kita, dimana kita memilik emosi yg meletup2 dan sebagian bangga jika terkesan garang. Apalagi sedang memperjuangkan apa yg dirasa benar.

Oke lanjut, percaya deh, sikap kita yg ga bisa nahan emosi  itu menular. Sekali lagi, menular.

Ada Satuuu aja orang yg memulai bicara nada timggi, nunjuk2 dan pake kata kasar, gw jamin seisi ruangan akan merespon dengan telinga panas dan muka memerah, ikutan terbawa emosi.

Jika para petinggi di meeting itu udah emosi, percaya deh ama gw -yang bukan orang politik ini -kalo ujung ujungnya malah saling balas mencela, saling mencari kesalahan, bukan solusi. Solusi di meeting itu ga akan ditemukan. Sekali lagi, ga akan ditemukan.

Jadi inget quote ttg "memimpin dan mengontrol emosi diri sendiri itu lebih sulit dr menaklukkan sebuah kota sendirian"

Hmmm pasti udah pada nebak kan, kemana arah pembicaraan saya ini.

Yak, tepat sekali.
Saya baru sajaelihat pemimpin kita yang selalu menyulut emosi di setiap meeting.

Bahkan di acara anak SD yang jauh dari politik sekalipun..

Sebenrnya sangat disayangkan Sih. Kita sudah sepatutnya bangga dipimpin oleh pemimpin ygvberani. Tapi kalo akhirnya segala solusi jadi buntu karena tak bisa berempati ? Tak bisa cari solusi dari hati ke hati ? Hanya andalkan nada tinggi, bukankah semua kebenaran yg sedang diperjuangkan jadi tidak berarti ?