Jumat, 26 Februari 2016

2 & 3

Aku ini dan kau itu
Aku rabu dan kau sabtu

Kita tak ditakdirkan jadi Satu,

Karena kau Dua dan aku Tiga.

Harga Teman

"Luq, gw mau bikin desain packaging nih, kasih gw diskon dong, harga teman"

Percakapan seperti itu sering saya terima.
Apalagi semenjak mulai membuat brand sendiri bersama sang adik.
Teman atau kerabat semakin banyak yg mengontak untuk diberi harga teman.

Ada yg minta diskon setengahnya, bahkan ngga sedikit yang minta gratis.

Saya nggak pernah keberatan dengan hal ini.
Sangat mggak pernah, apalagi untuk teman teman yang selama ini memang adalah teman karib, teman masa kecil, atau teman main, ditambah lagi seni adalah memang passion saya.

Sekali lagi saya bilang, saya nggak pernah keberatan, bahkan senang karena saya senang melihat orang senang.

Hingga pada suatu saat, Nadira Sahab, satu dari 3 teman saya yang paling akrab, bisa saya bilang sahabt karib, berniat untuk mendesain undangam pernikahannya.

Standar, sama seperti temanteman lain, memulai topik ini dengan bertanya biaya desain.
Lalu saya bilang, "tenang nad, gw akan kasih lo harga teman"

Raut Wajah nadira berubah drastis, gadis yang doyan bercanda ini tiba tiba bicara dengan nada serius

"Gak lah luq! Gw sahabat lo! Seorang sahabat seharusnya mendapat harga lebih tinggi dari pelanggan biasa!"

Heran, gw bingung bertanya "hah ?? Kenapa ?"

"Karena sahabat yang baik seharusnya memberi support untuk sahabatnya. Apalagi sahabat kita itu sedang tertatih merintis bisnisnya. Jadi, sahabat yang baik ga akan mau dikasih harga diskon!"

MasyaAllah Suwer, mata gw langsung blink blink denger itu.
Otak gw kayak diguyur es dingin. Seger dan seneng.
So sweet.

Well, waktu itu gw tetep mau kasih diskon.

"Ok deh nad, gw ga kasih lo harga teman, gw kasih lo harga saudara"

Dia ketawa

"Hahaha Luq, justru harga saudara harusnya lebih mahal dari harga teman"

Hhahahaha


Ini adalah percakapan lucu yang menurut saya sangat dalam!

Puncak refleksi tertinggi baru dari perspektif yang jarang mampu didaki oleh orang orang pada umumnya.

Langka!



Jumat, 12 Februari 2016

Ilmu

Sains adalah penemuan kembali fenomena-fenomena yang telah ada sebwlumnya. Kalo diibaratin, Alam semesta itu bagaikan sebuah cermin dua sisi. Sisi yang menghadap ke dunia (materi materi duniawi) memantulkan "fisika" dan sisi yang menghadap agama, memantulkan "fiqih". Udah,itu saja!

Ngga ada pengetahuan yang baik atau buruk. Pengetahuan dapat melayani atau mengkhianati; kesucian dan kenistaan tidak memberi imbas apapun bagi pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan adalah pengetahuan, selamanya dan dimana-mana, bagi muslim maupun bagi non muslim, bagi manusia maupun musuh mereka, bagu penghamba maupun bagi pengkhianat! Pembatasnya hanya ada dalam "kesadaran"

Kesadaran adalah kekuatam yang akan memanfaatkan pengetahuan, memberinya arah, dan berujungvpada moralitas atau immoralitas, peperangan atau perdamaian, keadilan atau penindasan. Udah, itu aja!

Selasa, 09 Februari 2016

Demi Masa

Demi Masa

Al Ashr

Ubah posisimu dari sebagaimana adanya menjadi sebagaimana seharusnya.

Ketetapan + gerakan + disiplin = thawaf

Hijrah

Sudden shift, speed, surprise!

Hijrah, bismillah

Kehilangan.

Tak ada yang sepenuhnya menghilang.

Pernah kau buang angin lalu beberapa detik kemudia baunya hilang ?

Hilang ? Kau yakin dia menghilang? Kemana ? Menjadi apa ? Atau kau saja yang lemah tak bisa mwnjawabnya?

Pernah barang kesayanganmu dicuri lalu kau kehilangan ? Kau lupa bahwa sebelumnya bahkan kau sama sekali tak pernah memilikinya. Persepsi mu saja yang bilang bahwa itu hilang. Ia tak hilang, hanya berpindah tangan.

Atau jika si pencuri mencincang barang itu lalu membakarnya menjadi asap dan abu ? Hilang ? Barangmu hilang ? Dia tak hilang, hanya berubah sifat dan bentuk.

Atau pernah kaunmenyakiti sahabatmu ? Lalu dia memaafkanmunlalu semua berjalan begitu seperti sediakala ?


Kau kira kesalahanmu hilang ? Hilang? Atau kau saja yang lupa mohon ampun.atau kau saja yang dungu mengira tuhanmu tertidur ?

Tak ada di dunia ini yang sepenuhnya hilang.
Beberapa hanya sembunyi lalu beberapa lagi tak mampu kau sadari.

Hanya satu yang benar benar menghilang:

waktu

Ya, Waktu dan kesempatan.

Tak pernah datang dua kali.

Pukul 10 pagi ini tak akan pernah sama dengan pukul 10 yang kemarin apalagi pukul 10 lusa nanti.

Itulah kehilangan hakikimu

Bukan dia atau kau,
Bukan kau atau mereka
Bukan ini atau itu semua

Waktu.
Kau kehilangan waktu
Ya, waktu dan Kesempatan

Bergegaslah waktumu tak banyak

Hijrah

Hijrah, bismillah

Degup

Aku heran bahu ku yang begitu lemah dan selaput janntungku yang begitu tipis ini mampu menahan gejolak ini.

Gejolak yang melambungkan dan menekan.

Terus berdegup tak tahu kapan ia akan mereda.

Semakin aku mendekat semakin ia berdegup kencang..

Tenggelam dalam keagunganNya
Tersilaukan oleh cahayaNya

Begitu indah..
Aku begitu lemah dan kecil

Hatiku dipenuhi hasrat sementara bibirku tak kuasa berucap.

Maha suci engkau yaAllah
Allaaahuakbar...

Senin, 01 Februari 2016

penjara

Seribu aktivitas membuat kita tak kunjung bertatap muka.
Seribu tahun cahaya menjadi jarak kita, memandang langit yang sama kita takkan bisa.


Jadilah jeruji besi dalam penjara kesibukanku.

Rabu, 06 Januari 2016

Para Penulis Puisi itu Seandainya Kini

Rumi, Taslicali Yahya, Matsuo Basho, Gibran atau Chairil Anwar,

kalau saja mereka hidup di jaman yang kebanyakan mecin seperti sekarang, mereka akan dibully para alay di dunia maya, dikatain baper..


hmm atau malah mereka akan tidak seterkenal sekarang karena banyak kompetitor ? 


lol