Jumat, 08 Februari 2019









Jadi awalnya ummi cerita denger hadist bahwa rasulullah memmbenxin3 wanita:

Yang paling banyak bicara,
Yang paling banyak makan,
Dan yang iri hati.

Mukai dari situlah gw ke trigger buat kontrol makan (bukan jumlah makananya ya, tapi kuakitasnya juga)

Ga kerasa udah mau sebulan konsisten jaga makanan. Pokonya ga bolehh makan yg digireng2 , ga boleh pedes, jangan kebanyakan karbo.

Tapi kalo lagi keadaan darurat, misal diundang makan, ya gapapalah makan normal (nasi+ girengan)


Hihi

Hasilnya gimana ?

MasyaAllahhhh jerawat ngga keluar lagiii
Kulit segeran
Apalagi yaa hmmm kayaknya berat badan juga turun@

Hari ini bikin kebab pertama.
Enak hihi

Ummi doyan
Dek nasya doyan
Nina ama kalid doyan 

Abah sama dekmia ama kak icha ga bisa makan hehehe

Ino resepnya, tapi gw pakein mayonaise sama seuprit sambel delmonte

By AMY BEH
Ingredients
200g fillet of beef, coarsely minced
60g fresh white button mushrooms, sliced
1 tbsp olive oil
1 tbsp chopped spring onion
5 pieces tortillas
Iceberg lettuce, whole leaves and shredded
Shredded carrot
Seasoning
½ tsp ginger juice
¼ tsp pepper
1/8 tsp ground black pepper
½ tsp sugar
A pinch of salt
½ tsp light soy sauce
½ tsp sesame oil
1 tsp cornflour
Method

Put minced meat into a deep bowl and add seasoning. Mix well to combine. Add spring onion.
Heat olive oil in a non-stick saucepan. Sweat the white mushrooms for a minute. Add the beef and fry briskly until meat is cooked through. Dish out and set aside.
Microwave each piece of tortilla on Medium High for 10-15 seconds. Remove and place on a flat plate.

Layer with a whole leaf of iceberg lettuce and 1-2 tablespoons of beef mixture. Add a little shredded lettuce and carrot. Wrap neatly and serve immediately.

Kamis, 02 Februari 2017

infiniti

rasa sebuah logika, melogika untaian rasa.

Lucuan Pagi

Jika jejaka bernama Perience mutusin pacarnya, maka si mantan di sebut Ex Perience.

Nah, jika jejaka bernama Periment bertaaruf, lalu ternyata tuhan menakdirkan gagal, maka si gadis disebut ?

#tekatekipagi

Standar

Memasang standard rendah itu salah. Tapi terlalu tinggi lebih salah.

Oh ok kebalik.

Memasang standard terlalu tinggi itu salah. Tapi terlalu rendah lebih salah.

Lalu kenapa perbedaan antara berbaik hati sama diri sendiri itu tipis banget sama ngelembekkin diri sendiri?

Jumat, 26 Februari 2016

2 & 3

Aku ini dan kau itu
Aku rabu dan kau sabtu

Kita tak ditakdirkan jadi Satu,

Karena kau Dua dan aku Tiga.

Harga Teman

"Luq, gw mau bikin desain packaging nih, kasih gw diskon dong, harga teman"

Percakapan seperti itu sering saya terima.
Apalagi semenjak mulai membuat brand sendiri bersama sang adik.
Teman atau kerabat semakin banyak yg mengontak untuk diberi harga teman.

Ada yg minta diskon setengahnya, bahkan ngga sedikit yang minta gratis.

Saya nggak pernah keberatan dengan hal ini.
Sangat mggak pernah, apalagi untuk teman teman yang selama ini memang adalah teman karib, teman masa kecil, atau teman main, ditambah lagi seni adalah memang passion saya.

Sekali lagi saya bilang, saya nggak pernah keberatan, bahkan senang karena saya senang melihat orang senang.

Hingga pada suatu saat, Nadira Sahab, satu dari 3 teman saya yang paling akrab, bisa saya bilang sahabt karib, berniat untuk mendesain undangam pernikahannya.

Standar, sama seperti temanteman lain, memulai topik ini dengan bertanya biaya desain.
Lalu saya bilang, "tenang nad, gw akan kasih lo harga teman"

Raut Wajah nadira berubah drastis, gadis yang doyan bercanda ini tiba tiba bicara dengan nada serius

"Gak lah luq! Gw sahabat lo! Seorang sahabat seharusnya mendapat harga lebih tinggi dari pelanggan biasa!"

Heran, gw bingung bertanya "hah ?? Kenapa ?"

"Karena sahabat yang baik seharusnya memberi support untuk sahabatnya. Apalagi sahabat kita itu sedang tertatih merintis bisnisnya. Jadi, sahabat yang baik ga akan mau dikasih harga diskon!"

MasyaAllah Suwer, mata gw langsung blink blink denger itu.
Otak gw kayak diguyur es dingin. Seger dan seneng.
So sweet.

Well, waktu itu gw tetep mau kasih diskon.

"Ok deh nad, gw ga kasih lo harga teman, gw kasih lo harga saudara"

Dia ketawa

"Hahaha Luq, justru harga saudara harusnya lebih mahal dari harga teman"

Hhahahaha


Ini adalah percakapan lucu yang menurut saya sangat dalam!

Puncak refleksi tertinggi baru dari perspektif yang jarang mampu didaki oleh orang orang pada umumnya.

Langka!