Rabu, 29 Juli 2015

Bayangan Belaka


Aku melihat ke dalam sumur.
Rembulan berdansa bersama riak air di dalamnya.

Aku terpesona aduhai indahnya rembulan itu. Aku melompat masuk ke dalam sumur.
Napas tersedak ah aku tenggelam. 

Dimana rembulan tadi ? Tak kutemukan dia didalam sini.

Aku semakin tercekik. Segera aku berusaha naik ke permukaan. Naik aku ke atas.

Ah hampir saja aku mati tenggelam.

Terkejut saat aku melihat ke langit.
Terkejut aku rembulan itu ada diatas sana.

Rembulan itu MeNatap kasihan padaku.
Kasihan pada bodohnya aku tak bisa bedakan mana nyata, mana maya.

Senin, 13 Juli 2015

Duh

Duh ngantuk tapi ga bisa tidur.
Duh pengen tidur ajalah dari semua masalah ini tapi ngga ngantuk.


Duh saya lapar, tapi ngga mau makan
Duh pengen banget makan, tapi ngga lapar.

Duh pengen banget ngomong ini tapi takut kayak bawel gitu.
Duh pengen kayak gadis pendiam gitu, tapi pengen bgt ngomong.

Haha

Senin, 29 Juni 2015

Setahun Sudah, Sudah Setahun

Saat tahu saya alih profesi jadi guru, Beberapa teman erkomentar

"Aah pasti murid muridnya seneng diajar sama kamu"

Padahal sebenrnya belum tentu perkiraan mereka sepenuhnya benar.

Tapi yang pasti benar adalah, saya sangat bahagia punya 180 murid seperti mereka.

(Hei ga kerasa udah setahun tidak di advertising dan jadi guru)

Kamis, 25 Juni 2015

Kau semestaku

Kau itu awan, menaungiku
Kau juga adalah pohon, meneduhkan aku
Kau juga mata angin, tunjukkan jalanku
Terkadang juga kau hewan, kau ganas

Lanjutnya apa ya hahaha 
Cape ah laper

Selasa, 23 Juni 2015

Sudah lama

Seingat saya, sudah lama tidak bertemu klien jenis ini.
Lucu rasanya tapi juga jengkel terkadang.

Masa kuarsa dibilang intan, intan dibilang kuarsa.
Masa desain bagus dibilang jelek, desain jelek dibilang bagus.

Apa saya harus mengalah, bilang kuarsa adalah intan dan intan adalah kuarsa?
Panggilan untuk mengedukasi klien tercinta pun muncul.

Dengan metode pendekatan personal sudah kucoba.
Hasilnya nol.

Demi kebahagiaan bersama,
Ah kurasa lebih baik aku mundur saja.

Aku ingin berbincang denganmu dalam waktu yang lama

Tidak, tidak
Aku tak pernah melihat jasadmu.
Aku melihat hatimu.

Bukan, bukan hati yang itu.
Bukan hati yang mengapit empedu di rongga kiri dadamu.

Aku mengagumi ruh mu itu.
Ruh mu itu tidak kasat mata.
Ruh mu itu maya namun ada.
Ruh mu itu sedang mengembara dan pada waktunya akan pulang pada pemiliknya.

Kita sama sama tak punya banyak waktu.
Aku dengan duniaku Kau dengan duniamu. Kurasa baik jika ruh kita berbincang lebih lama selamanya, sebelum salah satu dari jasad kita kembali ke tanah.