Jumat, 15 Mei 2015

Saling menyempurnakan

Kesempurnaan di mata manusia itu sia-sia dan tak berkesudahan.

Si itu mau nya ini yang sempurna, si ini juga maunya itu yang sempurna.

Padahal baik ini maupun itu sama sama punya kekurangan dan mereka lupa bahwa mereka adalah satu senyawa yg seharusnya saling mengingatkan dan menyempurnakan.

Memang tidak mudah. Motivasi harus selalu di recharge. Jika Allah adalah tujuannya, maka keikhlasan dan kesabarab harus selalu ditanamkan.

Mengapa ditanamkan ? Karena tak mungkin muncul sendiri dengan percuma. Harus dilatih dan dilatih lagi karena level maksimumnya unlimited, dan tenang saja, saat gagal, kamu tak perlu kecewa, karena hidup itu tak ada istilanh game over seperti permainan di SEGA.


Tuhan melihat progress kita. Jadi game over adalah saat kamu menyerah dengan keadaan dan berhentiemperbaiki diri dan berhenti mengusahakan menghadirkan sabar dan ikhlas.

Jadi, berhentilah saling menuntut kesempurnaan, karena kita ditakdirkan bukan untuk berselisih dan pasrah dalam kekurangan, tapi seharusnya saling menyempurnakan.

Semangatlah untuk selalu bersabar

Rabu, 29 April 2015

Hablum minannas




Tak semua kalian adalah aku.

Kadang aku merasa sama denganmu

Aku adalah kamu
Dan kamu adalah aku

Tapi kadang juga aku bukan kamu.
Dan kamu bukan aku.

Kau suka aku begini,
aku suka kau begitu

Tapi kadang kamu tak suka aku begini.
Aku juga sesekali tak mau kau begitu.

Semua akan indah kau tenang saja,
Selama kita sama sama tau,


kapan harus begini kapan harus begitu.

Jumat, 24 April 2015

A new concern



I'm thinking about a new power. A smaller power but stronger and faster. A power that empowers.

Sabtu, 04 April 2015

#2

Yang saya tangkap, dunia internasional semakin lama semakin seperti memusuhi kita. Liat aja apa yang terjadi di airport soekarno hatta dan BNPT akhir2 ini. Semua terasa janggal dan lebai.Dicurigai, diinterogasi, dibatasi, diskriminasi, dan sisisisi lainnya. Semua karena kita dianggap aneh.

Tenang, kan dulu, seribu empat ratus tahun yang lalu, Baginda Rasulullah saw pernah bicara begini

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan Ia kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu." (HR. Muslim no. 208)

Nah, jadi mgga usah panik. Wong ini udah diprediksi kok sama rasulullah. Mereka hanya belum melihat islam dari perspektif islam. Belum sadar bahwa islam adalah rahmatan lil alamin. Siapa yang akan membuktikan ini? Ya siapa lagi kalau bukan kita sendiri. Jadi, semangat terus perbaiki diri, jadi muslim seutuhnya, jangan cuma di ktp 

Ya ngetik dan ngomongg begini kayak saya emang gampang. Prakterknya yg suzzzzah...semangaat...sabar...insyaAllah tercapai :D

#1

Hari ini, disuruh beli pempek deket rumah. Sambil nunggu pempek digoreng, saya ngobrol sama nenek nenek penjual duku dan manggis. Pakaiannya bisa dibilang kumel. Rambutnya diiket ngasal. Ngga lupa 2 karet gelang adalah asesorisnya hari ini, ya seperti hari hari biasanya. Ditengah cuthatnya tentang biaya sewa lapak yang mahal, dia bilang 500ribu perbulan dan kelapangan hatiny menerima hidupnya yang berat, datang seorang pengemis yang emang biasa lewat di sekitaran pasar minggu. Tergopoh saya keluarin uang 2ribuan buat si pengemis.

Saya kira ini hal biasa yang akan terjadi. Tapi menjadi tidak saat saya lihat ibu penjual manggis itu , yang dari tadi ngobrol ama saya malah ngeluarin uang 5000 rupiah. Yak 5000 rupiah dari dompet lusuh nya, 5000 lebih dari duakali nilai dr yang saya beri.

"Kasian dia" kata si ibu merespon si pengemis pada saya.

Saya hanya bisa diam..
Ya apalagi kalo bukan karena perasaan sedih campur malu. Malu lebih dominan. Mungkin saya bisa menduga bahwa isi dompet saya lebih banyak dr si ibu. Tapi si ibu memiliki belas hati yang jauh lebih besar dari saya.

Saya jadi ingat hadits ini

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”.

Rasanya memang ngga pantas kalau kita berbangga sama hal hal bersifat materi. Di mata Allah si ibu lebih mulia ketimbang saya. Mungkin juga si pengemis tadi.

Berhenti menilai nilai seseorang dari materi karena isi hati adalah nilai yang paling hakiki ...

Sabtu, 07 Maret 2015

Less than Three

Less than three means respect, tolerance, understanding, compromising and.... And....hmmmm and maybe doing something unique ?

Kamis, 05 Maret 2015

Ketika Judulnya Tak Menarik

Kita selalu tertarik membaca kisah kisah, puisi puisi, atau bahkan lelucon lelucon yang menarik.

Dari awal pandangan sekelebat, kita bisa berhenti berjam jam menghabiskan buku dengan judul yang menarik

Tapi percayalah, menjadi menarik hanya dari "pandangan sekelabat mata" itu bukan berarti seutuhnya menarik.

Ketertarikan akan lebih bernilai jika iya berangkat dari esensi.

Itulah mengapa, kubuat judul tulisan ini tak menarik.